Membangun Balanced Scorecard

Sebelum     Balanced  Scorecard     diimplementasikan,  organisasi  terlebih
dahulu harus membangun atau menyusun     Balanced Scorecard    . Terdapat enam
tahapan dalam membangun suatu Balanced Scorecard yaitu:


1) Menilai Fondasi Organisasi

Langkah  pertama  organisasi  untuk  melakukan  penilaian  atas  fondasi

organisasi  adalah  membentuk  tim  yang  akan  merumuskan  dan  membangun
Balanced Scorecard. Tim ini akan merumuskan visi dan misi organisasi, termasuk
didalamnya  mengidentifikan  kebutuhan  dan  faktor-faktor  yang  mendukung organisasi untuk mencapai misinya. Tim ini mengembangkan rencana-rencana yang  akan  dilakukan,  waktu  yang  dibutuhkan  serta  anggaran  untuk menjalankannya.  Penilaian  fondasi  organisasi  meliputi  analisa  kekuatan, kelemahan, kesempatan, dan ancaman terdapat organisasi yang dapat dilakukan dengan  menggunakan  SWOT  analysis.  Organisasi  juga  dapat  melakukan
benchmarking terhadap organisasi lainnya. Dari penilaian fondasi ini organisasi mengetahui apa yang menjadi visi dan misi organisasi, kekuatan dan kelemahan  bahkan  tindakan  apa  saja  yang  harus  dilakukan  untuk  memenuhi  kebutuhan masyarakat.

2) Menetapkan Visi Perusahaan

Visi  diperlukan  dalam  sebuah  organisasi  untuk  menumbuhkan

pemotivasian personil. Visi organisasi dijabarkan kedalam ukuran-ukuran kinerja. Pengukuran  kinerja  dimulai  dari  penentuan  ukuran  kinerja  untuk  menentukan ukuran kinerja, visi organisasi perlu dijabarkan kedalam tujuan (goal) dan sasaran
strategi (objectives). Visi adalah gambaran kondisi yang akan diwujudkan di masa
yang akan datang. Visi biasanya dinyatakan dalam suatu pernyataan yang terdiri dari  satu  atau  beberapa  kalimat  singkat.  Untuk  mewujudkan  kondisi  yang digambarkan dalam visi, perusahaan perlu merumuskan strategi. Dalam proses
perumusan strategi     (strategi formulation)    , visi organisasi dijabarkan dalam     goal
(tujuan).

3.Membuat Tujuan Organisasi

Tujuan organisasi menunjukkan bagaimana tindakan-tindakan yang harus dilakukan untuk melaksanakan strategi. Tujuan organisasi merupakan gambaran aktivitas-aktivitas yang harus dilakukan untuk mencapai strategi serta waktu yang dibutuhkan untuk mencapai hasil yang diinginkan. Tujuan harus dinyatakan dalam bentuk yang spesifik, dapat diukur, dicapai, berorientasi pada hasil serta memiliki batas waktu pencapaian (Gaspersz, 2003). Tujuan organisasi dinyatakan dalam
empat perspektif yaitu perspektif customers dan stakeholders, perspektif employee
&     organization  capacity.  Untuk  masing-masing  perspektif  dirumuskan  tujuan
yang akan dilakukan untuk mencapai misi organisasi. Misalnya dalam strategi utama organisasi adalah meningkatkan kualitas pendidikan, strategi tersebut dapat dijabarkan kedalam empat perspektif. 

4.Membangun strategi Bisnis

Strategi  merupakan  pernyataan  apa  yang  harus  dilakukan  organisasi untuk mencapai keberhasilan. Strategi ini didapatkan dari misi dan hasil penilaian fondasi  organisasi.  Strategi  ini  menyatakan  tindakan  apa  saja  yang  harus dilakukan oleh organisasi untuk mencapai misi organisasi yang sesuai dengan
kekuatan dan kelemahan organisasi. Dalam membentuk strategi, organisasi harus
mempertimbangkan pendekatan apa saja yang bisa digunakan untuk menjalankan 
strategi tersebut, termasuk didalamnya apakah strategi tersebut bisa dijalankan, berapa  banyak  sumber  daya  yang  dibutuhkan  dan  apakah  strategi  tersebut mendukung organisasi mencapai misinya.

5.Mengukur Performance

Mengukur     performance berarti memantau dan mengukur kemajuan yang
sudah  dicapai  atas  tujuan-tujuan  strategis  yang  telah  diciptakan.  Pengukuran kinerja  yang  bertujuan  untuk  meningkatkan  kemajuan  organisasi  kearah  yang lebih baik. Untuk dapat mengukur kinerja, maka harus ditetapkan ukuran-ukuran yang  sesuai  untuk  setiap  tujuan  strategis.  Dalam  setiap  perspektif  dinyatakan tujuan-tujuan strategis yang ingin dicapai, yang kemudian untuk setiap tujuan-
tujuan strategis tersebut ditetapkan paling sedikit satu pengukuran kinerja. Untuk dapat menghasilkan pengukuran kinerja yang bermanfaat maka organisasi harus
dapat  mengidentifikasikan  hasil  (    outcome)  yang  diinginkan  dan  proses  yang
dilakukan untuk mencapai outcome tersebut.

6.Menyusun Inisiatif

Inisiatif  merupakan  program-program  yang  harus  dilakukan  untuk memenuhi salah satu atau berbagai tujuan strategis. Sebelum menetapkan inisiatif, yang harus dilakukan adalah menentukan target. Target merupakan suatu tingkat kinerja yang diinginkan. Untuk setiap ukuran harus ditetapkan target yang ingin dicapai. Penetapan target ini bisa berdasarkan pengalaman masa lalu atau hasil
benchmarking terhadap  organisasi-organisasi  yang  unggul  didalam  bidangnya.
Target-target biasanya ditetapkan untuk jangka waktu tiga sampai lima tahun. Setelah  target-target  ditentukan  maka  selanjutnya  ditetapkan  program-program yang akan dilakukan untuk mencapai target tersebut.
Balanced  Scorecard     adalah  alat  untuk  melihat  jelas  organisasi,
meningkatkan komunikasi, membangun tujuan-tujuan organisasional dan umpan balik  bagi  strategi  (Anthony  dan  Govindarajan,  2003).  Kaplan  dan  Norton
memperlihatkannya kedalam kerangka kerja Balanced Scorecard.

0 comments:

Post a Comment